Exsdee - Walking Palm atau Cashapona merupakan salah satu tumbuhan jenis palem yang memiliki keunikan yang di luar kewajaran menjadi tumbuhan.

Socratea exorrhiza ­­­adalah nama ilmiah dari walking palm, keunikan yaitu tanaman ini dapat berjalan di atas tanah selayaknya manusia yang melangkah menggunakan kedua kakinya.

Walking palm dapat ditemukan di hutan hujan Amerika Latin. Sedangkan, Rata-rata tinggi pohon ini dapat mencapai 15-20 meter dengan diameter 12cm. Meskipun ada salah satu tumbuhan walking palm yang berhasil ditemukan dengan ketinggian mencapai 25 meter dengan diameter 17cm.


Wujud dari walking palm terlihat seperti gabungan antara pohon palem dan tumbuhan Bakau.  Rahasia Walking Palm ternyata terdapat pada akarnya, jenis akar stata yang dimiliki walking palm menjadi sebab utama pohon tersebut dapat berjalan.

Diperkirakan, Walking palm dapat berjalan dua hingga tiga cm per harinya dan sejauh pengamatan pohon, palem ini dapat berpindah 20meter tiap tahunnya. 

Cara berjalannya, pohon tersebut menumbuhkan akar baru seakan menjadi kaki baru, Perlahan-lahan pohon akan miring ke arah akar baru dan berpindah.

Perpindahan pohon ini bertujuan untuk mencari tanah yang lebih subur untuk ditinggali dan bercahaya
wikipedia.org
"Ketika tanahnya terkikis, pohon tersebut akan tumbuh akar baru, akarnya yang panjang akan menemukan tanah baru yang lebih solid. Kadang bisa sepanjang 20 meter," ujar ahli biologi dari Institut Biologi Slovak Academy of Sciences Bratislava, Peter Vrsanky.

Dulu tidak ada yang tahu fungsi dari akar tersebut. Awalnya dianggap bentuk adaptasi terhadap banjir di daerah rawa atau penangkal gelombang layaknya tumbuhan bakau, karena memiliki wujud yang hampir sama.

Kemudian, pada tahun 1961 ditemukan pohon ini tumbang karena tertimpa pohon lainnya. Namun beberapa hari kemudian, tumbuh akar baru di sekitar akar yang lama. Beberapa minggu kemudian, tanaman ini sudah hampir berdiri tegak dengan akar baru tadi.

Pohon berjalan seperti dalam novel fiksi Lord of The Rings karangan JRR Tolkien ini dapat ditemukan juga di Ekuador tepatnya di Taman Nasional Sumaco Napo-Galeras. Sayangnya, pohon palem unik di hutan tersebut terancam hilang.

Kebijakan pertanian di Ekuador, mengizinkan penjualan lahan hingga pemotongan pohon untuk dijual. 

Sejumlah pihak pecinta lingkungan pun telah berupaya semaksimal mungkin untuk membeli lahan sedikit-sedikit untuk menyelamatkan hutan, tetapi tetap saja tidak mudah mempertahankannya.

"Apa yang terjadi adalah semua orang datang untuk memotong pohon dan mengambil hak milik tanah. Setelah lima tahun, hukum yang baru mengizinkan mereka untuk menjual tanahnya," papar Vrsansky.