Walking Palm Pohon Berjalan Di Dunia Nyata Layaknya Pohon Fiksi

Share:



bbc.com
Exsdee, “Walking palm” atau “Cashapona” merupakan salah satu tumbuhan jenis palem yang memiliki keunikan yang di luar kewajaran menjadi tumbuhan.

Keunikannya memang tidak seperti kantong semar yang menjadi tumbuhan karnivora atau pohon beringin yang memiliki akar menggantung di atas tanah. tetapi walking palm memiliki keunikan yang sama anehnya dengan kedua tumbuhan tersebut.

Socratea exorrhiza ­­­adalah nama ilmiah dari walking palm, keunikannya adalah tanaman ini dapat berjalan di atas tanah selayaknya manusia yang berjalan menggunakan kedua kakinya.

Walking palm bisa ditemukan di hutan hujan Amerika Latin meskipun asal tanaman ini dari hutan tropis Afrika Selatan.

Sedangkan rata-rata tinggi pohon ini adalah 15-20 meter dengan diameter 12cm namun ada salah satu tumbuhan walking palm yang berhasil ditemukan dengan ketinggian mencapai 25 meter dan berdiameter 17cm.


Wujud dari walking palm terlihat seperti gabungan antara pohon palem dan tumbuhan Bakau, walking palm memiliki jenis akar stata yang tidak biasa itulah rahasia pohon tersebut dapat berjalan.

Diperkirakan Walking palm ini dapat berjalan dua hingga tiga cm per harinya dan sejauh pengamatan pohon palem ini dapat berpindah 20meter tiap tahunnya. 

Cara berjalannya, pohon tersebut menumbuhkan akar baru seakan menjadi kaki baru, Perlahan-lahan pohon akan miring ke arah akar baru dan berpindah.

Perpindahan pohon ini bertujuan untuk mencari tanah yang lebih subur untuk ditinggali dan bercahaya
wikipedia.org
"Ketika tanahnya terkikis, pohon tersebut akan tumbuh akar baru, akarnya yang panjang akan menemukan tanah baru yang lebih solid. Kadang bisa sepanjang 20 meter," ujar ahli biologi dari Institut Biologi Slovak Academy of Sciences Bratislava, Peter Vrsanky.

Dulu tidak ada yang tahu fungsi dari akar tersebut, awalnya malah dianggap adaptasi terhadap banjir di daerah rawa atau penangkal gelombang seperti tumbuhan bakau karena memiliki wujud yang hampir sama.

Kemudian pada tahun 1961 ditemukan pohon ini tumbang karena tertimpa pohon lainnya, namun beberapa hari kemudian tumbuh akar baru di sekitar akar yang lama, beberapa minggu kemudian tanaman ini sudah hampir berdiri tegak dengan akar baru tadi.

Pohon berjalan seperti dalam novel fiksi Lord of The Rings karangan JRR Tolkien ini dapat ditemukan juga di Ekuador tepatnya di Taman Nasional Sumaco Napo-Galeras. Sayangnya, pohon palem unik di hutan tersebut terancam hilang.

Kebijakan pertanian di Ekuador, mengizinkan penjualan lahan hingga pemotongan pohon untuk dijual. 

Sejumlah pihak pecinta lingkungan pun telah berupaya semaksimal mungkin untuk membeli lahan sedikit-sedikit untuk menyelamatkan hutan tetapi tetap saja tidak mudah mempertahankannya.

"Apa yang terjadi adalah semua orang datang untuk memotong pohon dan mengambil hak milik tanah. Setelah lima tahun, hukum yang baru mengizinkan mereka untuk menjual tanahnya," papar Vrsansky.

Tidak ada komentar