Exsdee - Pada awal abad ke-17 M tepatnya saat akhir Dinasti Ming di Fuzhou, hiduplah seorang pria bernama Meng Bo yang tinggal di sebuah desa kecil. Meng Bo sangat baik dan sangat berbakti kepada orang tuanya, kebaikan dan bakti kepada ibunya sudah dikenal di kalangan tetangganya. 

Suatu hari, ibunya yang semakin tua sudah tidak dapat makan daging sebab giginya sudah mulai goyah, bagi ibunya hal tersebut sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging. Meng Bo ingin, ibunya agar bisa mengonsumsi daging lezat lagi.

Baca Juga : Theory Newton, Dasar Hukum Gerak Fisika

Sepanjang malam duduk, Meng Bo memikirkan bagaimana mengolah daging yang dapat dikonsumsi oleh ibunya. Hingga suatu hari, ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk dijadikan kue mochi, melihat hal itu, timbul ide. 

Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya dalam membuat kue mochi. Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil kurang lebih dapat dimakan dengan mudah, lalu ia merebus adonan itu.

Cerita bakti Meng Bo cepat menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan terus menerus untuk belajar membuat bakso seperti Meng Bo. Akhirnya resep bakso terus menyebar dari keluarga ke keluarga lain. 


Baca Juga : 11 September 2001, Runtuhnya Gedung WTC

Lalu dari mana asal nama bakso?

Bakso berasal dari gabungan kata antara Bak dan So, Bak artinya babi sedangkan So berarti sup, Kalau digabung bakso artinya sup yang berisi daging babi. 

Bakso buatan Men Bo sebenarnya berbahan dasar dari daging babi. Tetapi di Indonesia bakso lebih dikenal dengan daging sapi karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama islam, lalu daging babi kemudian diganti menjadi sapi atau alternatif lainnya.