Exsdee.com - Sebelum sepopuler, donat dikenal dengan nama Olykoeks sepotong makaman daerah yang berasal dari kuliner khas Belanda. Kue olykoes pada umumnya selalu di isi dengan selai kismis, plum, atau seres pada bagian tengahnya dan tidak berlubang sama sekali. 

Bentuk donat yang tengahnya bolong seperti yang kita kenal saat ini mulai diperkenalkan sejak abad ke-17 tepatnya tahun 1847 oleh imigran Belanda yaitu Hanson Gregory.

Kisah Asal mula bagaimana kue olykoes berubah menjadi donat dengan bolong tengah masih belum jelas kepastiannya. Namun ada beberapa versi cerita mengenai asal donat dan seluruhnya menyebutkan  Hanson Gregory sebagai penemu atau pencipta bentuk donat bolong. 

Nah, berikut merupakan beberapa versi cerita tentang asal usul donat...

Versi Pertama “Bagian tengah tidak matang”

Kisah tentang donat tengahnya bolong yan pertama berawal dari Ibunya Hanson Gregory yaitu Elizabeth Gregory "si penjual kue Olykoeks". 

Hanson sangat menyukai kue buatan ibunya. Namun, hanson menganggap kuenya selalu tidak matang secara merata. Pada bagian tengahnya di anggap mengganjal atau kurang enak bagi Hanson, seperti tidak matang atau masih mentah. 

Pada suatu  hari saat ibunya memasak hanson menemukan kue olykoes yang sedang dibuat matangnya tidak rata, hanya bagian pinggirnya saja yang sudah terlihat kecokelatan tapi pada bagian tengahnya masih lembek alias tidak matang.

Hanson menanyakan "kenapa tengahnya tidak matang?" Ibunya menjawab "bagian tengahnya memang agak susah matang" 
Sebab itulah ibu hanson selalu melapisi kue buatanya dengan kacang kenari untuk mengalihkan bagian tengah yang kurang enak tersebut. 

Kemudian Hanson berkata "mengapa tidak dibuang saja bagian tengahnya agar dapat cepat matang dan tidak menghabiskan waktu memasak?". 

Saran itu kemudian di coba oleh ibunya, dan benar saja kue-kue "donat"-nya lebih cepat matang. Sejak saat itu Elizabeth selalu melubangi "donat" di bagian tengahnya.


Versi kedua “Kemudi kapal"

Kisah kedua diperkirakan ada sejak abad ke-16, banyak orang Belanda yang mengarungi lautan untuk menuju benua Amerika. 

Para pelaut tersebut tentunya membawa juru masak yang biasanya membuatkan Olykoeks untuk para awak kapal, salah satu pelaut yang melakukan perjalanan menuju benua Amerika adalah Kapten Hanson Gregory. 

Pada saat itu kapalnya tengah mengarungi lautan luas, tiba-tiba badai menghantam. Kapten Gregory yang sedang enak-enaknya menikmati makanan Olykoeks harus segera memegang kemudi kapal. 

Bingung menaruh kuenya, tanpa pikir panjang dia langsung menancapkan kue tersebut pada salah satu batang kemudinya, sehingga membuat lubang di tengah. 

Setelah badai berakhir, dia baru menyadari perbuatannya dan merasa kue tersebut menjadi terlihat lebih menarik.

Lalu Kapten Gregory berpikir "Mengapa tidak membuat lubang di tengah menjadi jalan keluar masalah?" (pernah dimuat Washington post pada tahun 1916). Sejak saat itulah koki kapal membuat kue-kue yang sekarang dikenal sebagai donat dengan lubang di tengahnya.


Versi ketiga “Agar mudah digantung”

Pada versi ketiga terdapat cerita lain yang mengatakan bahwa lubang yang ada pada kue donat tersebut pertama kali muncul di kota New York. 

Pada saat itu sedang populer kue bernama "Bagel" yang memiliki lubang di bagian tengah seperti donat saat ini, para pemilik toko roti menjual kue Bagel dengan cara menggantungnya sebab kue bagel memiliki lubang. 

Dari ide tersebut akhirnya dibuatlah lubang pada kue-kue seperti kue bagel, agar dapat dipajang dengan cara yang sama.


Versi ketiga memang tidak sepopuler versi pertama dan kedua namun adapula yang menerima kisah tersebut. Nah, begitulah awal mula donat tengahnya bolong. tak dapat dipungkiri kue donat memang sangat populer bahkan sudah menyebar ke seluruh dunia.
Baca Juga