Proses Ilusi Optik Fenomena Halo Moon

Share:
dailymilk.co.uk
Exsdee, Tiba di pertengahan bulan saat malam hari keindahan di atas langit malam sering kali memanjakan mata kita mulai dari ribuan bintang, bulan purnama atau pun the lunar rings.

Bicara mengenai the lunar rings mungkin kalian sudah sering melihatnya saat bulan purnama di tengah malam karena pada waktu tersebut posisi bulan di atas kita kurang lebih 90 derajat.

The lunar sendiri merupakan semacam ilusi optik yang menyebabkan munculnya lingkaran cahaya membentuk cincin di sekitar bulan.

Bentuk the lunar rings dibagi menjadi 2 yaitu halo moon dan lunar corona.

Fenomena halo moon itulah  yang sering kali kalian lihat di atas langit malam, dan kali ini yang akan kita bahas adalah fenomena halo moon.


Istilah halo dalam bahasa Inggris biasanya ditunjukkan pada benda berbentuk cincin yang melingkari sesuatu, misalnya di atas kepala orang suci dilukiskan sebuah lingkaran.

Sebenarnya kata halo sendiri berasal dari bahasa Yunani memiliki nama lain nimbus, icebow, ataupun gloriole yang artinya fenomena optik berupa lingkaran cahaya

Namun dalam sains halo bukan hanya untuk cahaya optik saja tetapi juga digunakan untuk istilah cincin planet ataupun benda lain.

Fenomena halo moon seperti yang sudah dijelaskan di atas yaitu lingkaran cahaya yang membentuk sebuah cincin di sekitar bulan.

Fenomena ini terjadi disebabkan oleh pembiasan cahaya dari kristal hexagram yang merefleksikan di atmosfer, untuk melihat halo moon posisi pengamat dan bulan harus pas(kira-kira lurus di atas kepala).

Perbedaan fenomena halo moon dengan lunar corona sangat jelas dari warna lingkar cahaya dan pada pembiasan cahaya.

Jika halo moon disebabkan oleh kristal hexagram, Sedangkan untuk lunar corona disebabkan oleh  embun atau tetes air di awan circus 4-5km di atas permukaan bumi karena itulah lunar corona berwarna pelangi.

Tidak ada komentar