Exsdee - Orang Asia khususnya Indonesia, melakukan kerokan merupakan hal yang lumrah untuk menghilangkan gejala masuk angin, bagi mereka kerokan adalah obat paling manjur turun dari nenek moyang.

Kerokan biasanya dilakukan dengan menggunakan benda tumpul seperti koin, irisan bawang ataupun batu Giok dan cairan untuk menghindari iritasi kulit seperti minyak tanah, lotion, minyak kayu putih, balsem ataupun sejenisnya.

Walaupun telah berabad-abad kita membuktikan keampuhan kerokan tetapi dari sudut pandang ilmu medis kerokan dikatakan berbahaya sebab efek merugikan dari gesekan yang terjadi. Kalau begitu apakah kerokan membawa manfaat ataukah bahaya? Oke, mari kita ketahui manfaat dan bahaya kerokan:

Sisi Positif Kerokan

Mengusir Masuk Angin
Kerokan dapat mengusir masuk angin. Selama berabad-abad kita telah membuktikan bagaimana cara kerja kerokan sebagai pengusir masuk angin sangat manjur dan faktanya badan memang terasa ringan setelah melakukan kerokan. Meskipun sebenarnya gejala masuk angin bukanlah angin yang masuk ke dalam tubuh kita, tetapi karena menyempitnya pori-pori pada kulit. 

Baca Juga : Invisible Ink, Cara Kerja Tinta Tak Kasat Mata 

1. Memperbanyak Hormon
Kerokan dapat memperbanyak hormon. hal ini sesuai dengan penjelasan Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, M  Kes, yang pernah mengatakan dalam seminarnya "Sebenarnya, semakin banyak bagian tubuh yang dikerok, maka semakin banyak pra hormon proopiomelanocortin (POMC). Dengan banyaknya POMC, maka endorfin yang dihasilkan juga akan semakin banyak keluarnya."

2. Membuat Badan Jadi Hangat
Krokan akan membuat badan jadi hangat kerena Gesekan pada permukaan kulit menimbulkan reaksi hangat ke dalam tubuh. Mungkin sedikit nyeleneh, namun ada pula yang menghubung-hubungkan kerokan dengan hukum kekekalan energi milik Albert Einstein E=MC2 karena secara istilah energi dari hukum kekekalan bisa terbentuk dari pergesekkan antara dua permukaan benda.


3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Saat Tubuh dikerok akan timbul sebuah inflamasi, apa itu inflamasi? Inflamasi adalah upaya tubuh untuk perlindungan diri. Saat terjadi Inflamasi, maka mediator anti Inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut "Cytokines" atau sel yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. 

Baca Juga : Rahasia Tersembunyi Dari Sarang Terlemah Laba-laba 

Sisi Negatif Kerokan

1. Mudah Terkena Masuk Angin dan Kemasukan Bakteri
Bukannya kerokan itu menghilangkan masuk angin tapi kenapa malah mempermudah terkena masuk angin? begini logikanya, seperti penjelasan diatas sebenarnya gejala masuk angin disebabkan oleh menyempitnya pori-pori pada kulit. Nah, saat kulit kita dikerok maka pori-pori akan melebar sebab gesekan dari koin. Jadi semakin sering kulit dikerok pori-pori akan semakin melebar, dengan semakin melebarnya pori-pori angin akan mudah masuk ke dalam tubuh bahkan juga akan lebih mudah masuk melalui pori-pori yang terbuka lebar.

2. Bayi Premature
Tanpa kita sadari, saat kerokan tubuh akan memproduksi hormon Cytokine yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh (seperti penjelasan di atas). Meningkatnya kekebalan akan memicu pelepasan Prostaglandin pada ibu hamil. Jika ini berjalan  terus menerus tentu akan mempengaruhi prostaglandin yang dapat membuat ibu hamil tersebut mengalami kontraksi dini sehingga akan mempercepat proses kelahiran bayi.

  
Baca Juga : Theory Newton, Dasar Hukum Gerak Fisika

3. Pecahnya Pembuluh Darah dan Stroke
Memang gesekan dari koin ke kulit dapat menimbulkan rasa hangat, namun akibatnya dapat memperlebar pembuluh darah di permukaan kulit, jika berakibat fatal hal ini bisa jadi pembuluh darah tepi akan pecah dan mengakibatkan stroke.

4. Efek Ketagihan
tahukah kamu, tekanan yang dihasilkan oleh gerakan kerokan ternyata mampu mencapai jaringan, sehingga produksi beta endorfin dalam tubuh kita meningkat. beta endorfin merupakan hormon yang dapat mengakibatkan kecanduan. Konsep ini sama halnya ketika kamu sedang dipijat maka dari itu banyak orang yang kecanduan dengan rasa tenang dan segar setelah dipijat atau dikerok.