Sisi Buruk Dibalik Nikmatnya Kerokan

Share:

kompasiana.com
Exsdee, Orang-orang di Asia khususnya di Indonesia, melakukan kerokan merupakan hal yang wajar untuk menghilangkan gejala masuk angin, bagi mereka kerokan adalah obat paling manjur turun dari nenek moyang.

Kerokan biasanya dilakukan dengan menggunakan benda tumpul seperti koin, irisan bawang ataupun batu Giok dan cairan untuk menghindari iritasi kulit seperti minyak tanah, lotion, minyak kayu putih, balsem ataupun sejenisnya.

Walaupun telah berabad-abad kita membuktikan keampuhan kerokan tetapi dalam bidang medis kerokan dikatakan berbahaya karena efek dari kerokan sangat merugikan dikemudian hari. Memang ada sisi berbahaya namun ada pula sisi positif dari kerokan.

Sisi Positif Kerokan

Mengusir Masuk Angin,
Selama berabad-abad bukti telah berbicara bagaimana cara kerja kerokan sebagai pengusir masuk angin walau kenyataannya gejala tersebut bukanlah angin yang masuk ke dalam tubuh kita tetapi karena menyempitnya pori-pori pada kulit.

Memperbanyak Hormon,
Senin (7/9/2015) Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, M  Kes, pernah mengatakan dalam seminarnya "Sebenarnya, semakin banyak bagian tubuh yang dikerok, maka semakin banyak pra hormon proopiomelanocortin (POMC). Dengan banyaknya POMC, maka endorfin yang dihasilkan juga akan semakin banyak keluarnya."

Membuat Badan Jadi Hangat,
123rf.com
Gosokan pada permukaan kulit menimbulkan reaksi hang ke dalam tubuh, nah anehnya ada juga yang menghubungkan dari reaksi kerokan ke dalam rumus kekekalan energi milik Albert Einstein E=MC2 secara istilah energi itu bisa terbentuk dari pergesekkan antara dua permukaan benda.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh,
Tubuh saat dikerok akan terjadi inflamasi, inflamasi adalah upaya tubuh untuk perlindungan diri, saat terjadi Inflamasi, maka mediator anti Inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut "Cytokines" yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Baca Juga : Tardigrade Si Beruang Air, Hewan Yang Nyaris Tidak Bisa Mati

Sisi Negatif Kerokan

Mudah Terkena Masuk Angin dan Kemasukan Bakteri,
Logikanya, semakin sering kulit dikerok pori-pori akan semakin melebar, dengan semakin melebar angin akan mudah masuk ke tubuh dan bakteri dari luar mudah masuk lewat pori-pori yang terbuka lebar.

Bayi Premature,
vemela.com
Tanpa kita sadari saat kerokan tubuh akan memproduksi hormon Cytokine yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh peningkatan kekebalan akan memicu pelepasan Prostaglandin, kerokan yang dilakukan pada ibu hamil secara terus menerus akan mempengaruhi prostaglandin yang dapat membuat ibu hamil tersebut mengalami kontraksi dini hingga akan mempercepat proses kelahiran bayi.

Pecahnya Pembuluh Darah dan Stroke,
Akibat gerakan mengerok kulit itu bukannya mendorong angin keluar tapi memperlebar pembuluh-pembuluh darah di permukaan kulit hal ini bisa jadi pembuluh darah tepi akan pecah.

Apabila pembuluh darah semakin melebar bahkan pecah maka risiko penyakit stroke lebih besar.

Efek Ketagihan,
Tekanan yang dihasilkan oleh gerakan kerokan ternyata mampu mencapai jaringan, sehingga produksi beta endorfin dalam tubuh kita meningkat.
Konsep ini sama halnya ketika kamu sedang dipijat. Maka dari itu banyak orang yang kecanduan dengan rasa tenang dan segar setelah dipijat atau dikerok.

Tidak ada komentar