Exsdee, Plastik telah menjadi bagian dari kehidupan, mayoritas orang berpikiran plastik lebih praktis dan ekonomis sehingga mereka begitu bergantung dalam penggunaan sehari-hari, namun pola pikir tersebut hanya mencakup saat plastik tersebut masih berguna dan mengabaikan apa yang akan terjadi setelahnya.

Apa yang akan terjadi setelah plastik tersebut tidak berguna? Tentu saja akan menjadi SAMPAH.

Plastik daur ulang maupun non-daur ulang termasuk barang yang sangat susah terurai, perlu waktu bertahun-tahun bagi sampah plastik untuk hancur sepenuhnya. 

Mungkin sampah plastik daur ulang dapat kembali diolah sehingga dapat terus berguna, akan tetapi bagi sampah plastik non daur ulang akan terus menumpuk dan mengganggu lingkungan sekitar.

Hal tersebut menimbulkan pemikiran baru nan praktis bagi orang yang tidak peduli. Yaitu, dengan membakar sampah plastik dengan dalih untuk mengurangi tumpukan sampah.

Sampah plastik jika dibakar tentu akan berkurang karena menyusut menjadi abu setelah pembakaran, tetapi cara ini justru menimbulkan masalah baru bagi kesehatan maupun lingkungan.

Baca Juga : Banteng Benci Warna Merah Merupakan Persepsi Bodoh Abadi

Menurut Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, DR Emil Budianto, yang ditemui disela-sela acara Seminar bersama Technoplast, sampah plastik yang menggunung menyimpan kandungan karbon dan hidrogen.

Zat-zat tersebut akan berkumpul dengan zat lain seperti klorida yang ditemukan pada sisa makanan, dan ketika disulut api, campurannya akan melepaskan unsur berbahaya bagi manusia.

Kalau sampah-sampah plastik beserta sisa makanan itu dibakar akan memproduksi dioksin dan Furan.

“Zat tersebut dalam konsentrasi kecil saja bisa menyebabkan kematian,” ujarnya pada Senin (26/3/2018) di Jakarta.

Emil melanjutkan, paparan zat dioksin apabila dihirup manusia dalam waktu singkat akan menimbulkan reaksi batuk, sesak napas, dan pusing. Paparan dioksin jika dalam jangka panjang dapat memicu kanker. Berikut adalah bahaya tiap zat dari sampah plastik :

Karbon monoksida
Karbon monoksida menyebabkan pusing dan sakit kepala. Selain itu, karbon monoksida dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan penurunan kesadaran.

Dioksin dan Furan
Kedua zat ini telah terbukti dapat memicu kanker. Zat ini juga dapat menyebabkan kecacatan janin jika dihirup oleh ibu hamil. Selain itu, dioksin dan furan dapat mempengaruhi sistem reproduksi dan hormon dalam tubuh seperti mempercepat pubertas pada anak perempuan dan meningkatkan risiko kanker testis pada laki-laki. 

Volatil
Zat ini dapat menyebabkan berbagai masalah mulai dari kanker hingga masalah sistem saraf. Volatil juga bisa menimbulkan berbagai gangguan pernafasan seperti iritasi saluran napas, asma, dan penyakit paru-paru kronis.

Sedangkan bahaya lain dari pembakaran sampah adalah pencemaran udara, Pasalnya, emisi karbon dioksida yang dihasilkan akan menipiskan lapisan ozon. 

Emil berkata bahwa sampah yang semula padat akan berubah menjadi partikel zat yang merusak lapisan ozon. Gas rumah kaca pun akan meningkat sehingga pemanasan global semakin parah, hal Ini akan berdampak pada kehidupan manusia seperti suhu bumi semakin panas dan pencairan es di kutub. 

Sebetulnya, ada cara agar pembakaran tidak menimbulkan dioksin, yakni pembakaran stabil yang berlangsung pada suhu 1.000 derajat Celsius.

Namun suhu sebesar itu baru bisa dilakukan jika membakar menggunakan mesin incinerator. Pembakaran tidak menghasilkan zat bahaya selama dilakukan pada suhu 1.000 derajat Celsius. 
____________________
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2697180/jangan-bakar-plastik-mulai-sekarang-ini-bahayanya
https://sains.kompas.com/read/2018/03/27/190600023/hentikan-kebiasaan-bakar-sampah-plastik-bahayanya-mengintai-anda