Penyelamat Dunia, Aspergillus Tubingensis Jamur Pemakan Sampah Plastik

Share:
bobo.id
Exsdee, Jumlah sampah plastik yang terus menerus meningkat menjadi musuh utama bagi alam, produksi plastik yang dihasilkan terbalik dengan netralisasi penguraian yang memakan waktu bertahun tahun sehingga mengakibatkan penumpukan sampah yang tidak terkontrol.

Hal ini membuat sebagian orang yang peduli alam untuk memutar otak bagaimana dunia ini dapat terbebas dari sampah plastik dengan aman dan tetap menyehatkan, sebab plastik tidak dapat di musnahkan dengan cara dibakar ataupun ditimbun begitu saja.

Titik solusi ancaman sampah plastik kini mulai muncul, dikabarkan Para peneliti berhasil menemukan adanya jamur yang dapat memakan plastik, jamur ini mereka temukan di tempat yang banyak terdapat plastik, yakni tempat pembuangan sampah. 

Sembilan Ilmuwan dari World Agroforestry Centre (ICRAF) dan Institut Botani Kunming di China ini mengidentifikasi jamur di tempat pembuangan sampah yang terletak di Islamabad, Pakistan yang dapat menguraikan plastik secara cepat.

Baca Juga : Amerika Serikat Melarang Tanaman Kangkung Terus Beredar 

Penulis utama dalam studi ini adalah Dr.Sehroon Khan dari World Agroforestry Centre, Institut Biologi Kunming dan dibantu dengan beberapa ilmuan dalam timnya, hasil penelitian mereka tulis dalam sebuah studi yang berjudul ‘Biodegradasi Poliester oleh Aspergillus tubingensis’ dan diterbitkan oleh jurnal Environmental Pollution edisi Juni 2017.

Aspergillus tubingensis merupakan nama ilmiah jamur tersebut, menurut para ilmuwan, plastik non-biodegradable dalam beberapa pekan bisa menyekresikan enzim yang memisahkan molekul individual termasuk jenis poliester poliuretan.

“Kami memutuskan untuk mengambil sampel dari tempat pembuangan sampah di Islamabad, Pakistan, untuk melihat apakah ada makanan di plastik itu dengan cara yang sama seperti organisme lain memakan tanaman mati atau hewan,” dikutip dari Asia One, Kamis (21/9/2017).

Dalam penelitiannya, mereka menguji jamur tersebut terlebih dahulu. Jamur diuji di piring cair, tanah, dan Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang terutama digunakan untuk isolasi dermatofit, jamur dan ragi lainnya. Hal ini dilakukan untuk menemukan kondisi ideal agar jamur dapat bekerja dengan efektif.

Khan dan timnya membuktikan Aspergillus tubingensis dapat membuat plastik membusuk di ketiga media tersebut. Walaupun degradasi paling tinggi saat berada di lempeng SDA, kemudian diikuti oleh cairan dan tanah.

Dengan ditemukannya Aspergillus tubingensis ini, Khan berharap bisa membantu melestarikan lingkungan. Hal ini dapat menjadi terobosan dunia sains untuk mengurangi ancaman plastik yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai. 

“Tujuan tim kami selanjutnya adalah menentukan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur dan degradasi plastik, melihat faktor seperti tingkat pH, suhu dan media kultur,” kata Dr.Khan. “Ini bisa membuka jalan untuk menggunakan jamur di pabrik pengolahan limbah, atau bahkan di tanah yang sudah terkontaminasi sampah plastik.”

Meski sering diremehkan, nyatanya jamur juga dapat berguna di bidang obat-obatan, produksi bahan bakar bio, dapat mengonsumsi polutan seperti tumpahan minyak, bahan kimia beracun seperti gas saraf sarin, TNT, dan limbah radioaktif dan kini bisa menjadi kunci untuk mengatasi masalah plastik. “Jika dikembangkan, jamur ini bisa menjadi salah satu alat untuk mengatasi masalah lingkungan paling parah di dunia, yaitu limbah plastik,” tulis laporan Kew Gardens
____________________
http://ruang.info/aspergillus-tubingensis-harapan-baru-dari-pakistan-untuk-mengurai-plastik/
https://beritagar.id/artikel/sains-tekno/jamur-diyakini-bisa-bantu-atasi-masalah-sampah-plastik

Tidak ada komentar