Exsdee - Merokok merupakan kegiatan yang sangat sulit ditinggalkan setelah seseorang menghisap rokok, karena terdapat suatu kandungan zat yang dapat menimbulkan efek ketagihan.

Saat ini rokok menjadi suatu hal lumrah dan sering dijadikan bahan perbincangan di seluruh dunia mulai dari masalah yang menyangkut kesehatan hingga keagamaan, salah satunya di Indonesia.

Orang Indonesia masih banyak yang beranggapan merokok itu suatu yang lumrah tidak membahayakan, bahkan ada yang mengklaim secara sepihak budaya merokok berasal dari Indonesia dengan alasan tanah Indonesia merupakan surganya rempah-rempah, namun persepsi tersebut harus dibenarkan.
Perlu diketahui sejarah rokok atau merokok pertama kali dilakukan oleh penduduk pribumi Amerika lebih dari 4000 tahun sebelum masehi. Suku Indian sudah terbiasa menggunakan tembakau dalam kegiatannya, tembakau digunakan dalam kegiatan ritual keagamaan,  pengobatan atau dijadikan bahan rokok. Bagi mereka saling tukar rokok merupakan simbol untuk persahabatan.

Persebaran tembakau dan juga rokok dimulai setelah orang eropa datang di negri Paman Sam, Benua Amerika pada abad 16 M. Perjalanan tersebut dikenal dengan sebutan Ekspedisi Colombus.

Saat itu Colombus bertemu orang tua yang sedang merokok, mereka menyebutnya “Injun”, lalu penduduk setempat menawarkannya. Karena kru kapal tertarik dengan rokok, tembakau dari tanah Amerika disita dan pulang dibawa ke Eropa, kemudian orang-orang Spanyol dan Portugis mulai menanam tembakau. Setelah itu tembakau dan rokok semakin populer di Eropa.


Tokoh lain yang berjasa dalam penyebaran rokok salalin Cristopher Colombus adalah Jean Nicot, ia merupakan seorang duta besar Prancis yag bertugas di Portugis. Pada tahun 1560, Jean Nicot mengirim tembakau kepada Ratu Catherine de Medici, sebagai obat migran, dari situlah tembakau semakin menyebar.

Kemudian, pada abad 17 M para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan dari situ kebiasaan merokok mulai masuk ke negara-negara islam.