Exsdee - Komodo adalah kadal terbesar di dunia yang disebut-sebut hewan purbakala yang masih tersisa hingga saat ini. Tubuhnya yang besar dapat mencapai ukuran 2-3 meter dan berat 100 kg menjadikannya hewan karnivora yang mengerikan, maka tak heran ada yang menyebut hewan ini naga. Meskipun memiliki badan besar namun komodo dapat berlari hingga 20 km/jam pada jarak pendek, juga pandai berenang dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter serta pandai memanjat pohon.

Komodo liar hanya dapat ditemukan di Indonesia tepatnya di pulau komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami. Biawak ini tergolong hewan rumahan sebab beberapa komodo sempat dipindahkan untuk menghindari kepunahan tetapi mereka pulang dengan sendirinya ke habitat asli  dalam waktu 4 bulan.

Habitat komodo adalah padang rumput terbuka, hutan belukar, dan terkadang juga di pesisir pantai. Komodo beraktivitas pada siang hingga sore meskipun mampu melihat hingga sejauh 300 m namun pengelihatan komodo kurang baik di kegelapan malam bahkan biawan ini tidak begitu mampu membedakan objek yang bergerak.

Baca Juga : Membakar Sampah Plastik Bukanlah Sebuah Solusi

Komodo memanfaatkan indra penciumannya ketimbang pengelihatannya, jangkauan penciumannya dapat mendeteksi keberadaan bangkai daging sejauh 4 - 9 km. Lidah komodo menangkap partikel bau di udara lalu menaruhnya ke organ di langit-langit mulutnya yang disebut organ Jacobson yang berfungsi untuk menganalisis tanda-tanda dari bau tersebut dengan memanfaatkan bantuan angin.

Komodo tergolong binatang yang penyendiri dan hanya berkumpul bersama pada saat makan atau berkembang biak. penelitian terhadap peliharaan komodo membuktikan bahwa hewan ini senang bermain.

Suatu kajian mengenai komodo yang mau mendorong sekop yang ditinggalkan oleh pawangnya, hewan itu tertarik pada suara yang ditimbulkan sekop ketika menggeser sepanjang permukaan berbatu.

Catatan lain mengenai kesenangan bermain komodo seekor komodo betina muda di Kebun Binatang Nasional di Washington, D.C. senang meraih dan mengguncangkan aneka benda termasuk patung-patung, kaleng-kaleng minuman, lingkaran plastik, dan selimut.

Baca Juga : Bagan Myanmar, Surga Arkeologi Budha

Komodo yang tampak jinak sekalipun dapat berperilaku agresif secara tidak terduga, khususnya apabila teritorinya dimasuki oleh orang yang tidak dikenalnya. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan ketika berkunjung ke pulau komodo yaitu bisa.

Mulut komodo terutama air liurnya mengandung bisa serta aneka bakteri mematikan di dalamnya, lebih dari 28 bakteri Gram-negatif dan 29 Gram-positif telah diisolasi dari air liur ini. Jika gigitan komodo tidak langsung membunuh mangsa dan mangsa itu dapat melarikan diri, umumnya mangsa yang tidak beruntung ini akan mati dalam waktu sehari atau seminggu akibat infeksi.

Reputasi komodo meningkat dan menjadi salah satu hewan paling terkenal di dunia setelah ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi, lembaga IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan para ilmuwan dan organisasi internasional melarang perburuan komodo dan membatasi jumlah hewan yang diambil untuk penelitian ilmiah.