Exsdee.com - Dalam dunia nyata memiliki kemampuan menghilang tampak seperti kebohongan belaka, jika ada orang yang memiliki invisibility tentunya akan sangat beruntung. 

Bagi orang kuno yang belum mengenal Sains mungkin akan berpikir “invisibility” hanyalah karangan fiksi atau semacam sihir-sihir hebat. Namun, sains menjawab hal yang tidak mungkin menjadi nyata.

Meski berawal dari angan-angan, para ahli berhasil mengembangkan sebuah konsep untuk menghilang. Perusahaan di Kanada yang bernama Hyperstealth Biotechnology berhasil menciptakan sebuah perisai tak kasatmata.

Rahasia dari perisai ini ternyata bernama Quantum Stealth, sebuah material tembus pandang yang memanfaatkan hukum snellius. Cara kerjanya dengan membiaskan cahaya sehingga hanya benda-benda yang terletak terlalu jauh atau terlalu dekat yang dapat terlihat. 


Maksudnya, objek yang tidak berada tepat pada titik pusat yang telah ditentukan akan terlihat kabur atau seolah tembus pandang. Menariknya teknologi ini dapat berfungsi tanpa membutuhkan energi listrik atau semacamnya.

Namun, kemampuan broadband yang dimiliki material Quantum Stealth hanya bisa membelokkan cahaya tampak, infra merah, infra merah gelombang pendek, dan cahaya ultraviolet saja. 

Kekurangan teknologi ini tidak sesempurna apa yang kita bayangkan. Dalam pandangan mata manusia kita atau orang yang melihat perisai Quantum Stealth bisa tahu jika ada objek yang disembunyikan dibalik perisai tersebut. Namun objek tersebut akan terlihat kabur, mereka tidak akan bisa melihat detail objek. 


Teknologi hebat ini dikembangkan oleh CEO Hyperstealth, Guy Cramer  pada 2010 lalu. Ia menggandeng organisasi militer untuk mengembangkan terobosan tersebut. 

Prinsip Quantum Stealth begini, setiap bahan atau material memiliki indeks bias spesifik, yakni nilai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium.

Contoh gampang mengenai pembiasan cahaya pada suatu medium ini dapat ditunjukkan ketika kita melihat kolam yang terlihat lebih dangkal dibandingkan yang sebenarnya. Saat cahaya bergerak di antara kedua objek, sudut di mana ia bergerak akan berubah bergantung pada indeks bias. Efek pembiasan ini bisa menghasilkan titik buta atau blindspot.