Exsdee - Lalat merupakan sejenis serangga yang suka hidup ditempat-tempat yang kotor, dan secara tidak langsung lalat akan membawa penyakit ketika hinggap di atas makanan maupun minuman.

Terkadang orang akan merasa jijik ketika ada lalat yang masuk dalam minuman lalu enggan diminum bahkan bisa saja langsung dibuang. Namun bagi umat islam ketika ada lalat yang jatuh ke dalam minuman, mereka malahan lebih dulu memasukkan lalat sebelum membuangnya.

Kenapa demikian, apakah mereka tidak merasa jijik? Umat islam sangat mempercayai perkataan Rasulluah Muhammad SAW. Dalam sebuah hadist menjelaskan jika ada lalat jatuh di minuman, maka hendaknya lalat itu dicelupkan sampai tenggelam kemudian membuangnya karena sayap yang satu mengandung racun dan sayap satunya lagi mengandung penawar racun.

Namun akankah benar pernyataan tentang racun dan obat pada sayap itu? Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan semakin maju dan para ilmuan menemukan fakta yang mengejutkan tekait kebenaran hadist tersebut.  


Seperti laporan hasil penelitian dari Universitas Qashim, KSA yang dipresentasikan dalam acara 'Student Research Seminar'

Beberapa peneliti muda yang dibimbing oleh Dr. Jamal Hamid, dan dikoordinasi oleh Dr. Shalih ash-Shalih, melakukan penelitian tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat.

Metode penelitian cukup sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan) mikroba, termasuk bakteri E. Coli pada air steril di dua wadah. Setelah itu pada wadah pertama dicelupkan seluruh tubuh lalat kemudian dibuang, dan pada wadah kedua lalat hanya dijatuhkan saja tanpa ditenggelamkan lalu dibuang.

Kedua metode yang digunakan memberikan hasil yang berbeda secara signifikan

Pada wadah pertama, awalnya nampak tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin.  


Sedangkan wadah kedua, setelah diidentifikasi ternyata pada air steril itu justru ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit.

Adapula penelitian yang serupa dari Departemen Ilmu Biologi, Macquarie University, Australia yang ingin mencari antibiotik yang bagus.

Mereka memiliki teori dasar, kenapa lalat dapat bertahan hidup di tempat yang kotor padahal memiliki resiko ancaman bakteri virus, kuman dan mikroba berbahaya lain.

Hasil penelitian itu disimpulkan, semua jenis lalat pada dasarnya memiliki antibakteri yang berada di kulit dan sayap mereka. Antibakteri itu diekstraksi sederhana oleh lalat untuk menjaga tubuh mereka dari kepungan mikroba yang ada di kotoran.

Begitulah fakta sayap lalat yang mengandung racun sekaligus obat. Anehnya hal ini sudah dipercayai oleh orang Islam jauh sebelum ilmu pengetahuan mencapai masa kejayaan.