Exsdee.com - Kisah Cinderella, sebuah dongeng rakyat tentang kisah romansa antara penguasa tampan dengan wanita yang kehilangan sepatu. Siapa yang tidak kenal kisah Cinderella? dongeng ini sudah tersebar di seluruh dunia dengan versi masing masing daerah. Diperkirakan lebih dari 350 versi telah diceritakan menemani tidur anak-anak manis. 

Sedangkan versi tertua dari cerita disebut-sebut berasal dari Yunani, dalam catatan Strabo seorang sejarawan Romawi di abad pertama SM. Ada pula yang klaim versi tertua berasal dari Mesir, namun antara versi Yunani dan Mesir sebenarnya sama. 

Hanya saja tokoh protagonis berkebangsaan Yunani sedangkan latar tempat berada di Mesir. Hal inilah yang menjadi perebutan klaim antar keduanya.


Nah... kisah berikut merupakan cikal bakal kisah romansa Cinderella


Baca Juga : Kisah Ye Xian 'Cinderella' dari Cina


Kisah Asli Cinderella ‘Rhodopis’


Kisah ini menceritakan tentang gadis dari Yunani bernama Rhodopis, namun nasibnya tidaklah baik seperti gadis muda yang lain. Kehidupan mudanya harus terenggut oleh perompak, ia diculik bajak laut dan dibawa ke Mesir untuk dijual sebagai budak.


Rhodopis adalah seorang gadis cantik memiliki rambut keriting keemasan, iris mata hijau, dan kulit putih melambangkan darah wanita Yunani pada umumnya. 


Rhodopis dibeli oleh seorang pria tua untuk dijadikan pelayan miliknya, sebenarnya majikannya baik kepada para pelayannya termasuk Rhodopis. Akan tetapi majikannya jarang memperhatikan pelayan-pelayannya, ia lebih sering menghabiskan waktunya bersantai dibawah pohon. 


Ia tidak tahu bagaimana pelayan lain memperlakukan Rhodopis yang terlihat asing. Wanita Mesir rata-rata memiliki warna kulit coklat dan rambut hitam lurus sedangkan Rhodopis mewarisi darah Yunani yang sangat berkebalikan dengan mereka.


Pelayan-pelayan wanita yang lain merasa iri padanya, sehingga Rhodopis selalu diperlakukan kasar. Mereka selalu membebankan pekerjaan mereka kepada Rhodopis, mencuci baju, membersihkan kebun, sampai memanggang roti.


Rhodopis tidak memiliki teman manusia membuatnya lebih senang bermain dengan hewan-hewan yang ditemuinya seperti ikan, burung, monyet, dan kuda nil. 


Disela-sela pekerjaannya atau di waktu senggangnya  ia selalu meluangkan waktunya untuk bersama teman hewannya bermain air, bernyanyi dan menari.


Suatu malam yang sunyi Rhodopis menari-nari di taman sendirian. Lelaki tua majikannya yang terbangun dan tidak bisa tidur keluar dari tempat nyamannya dan menemukan si pelayan Rhodopis menari-nari dengan anggun. Si lelaki tua diam-diam menikmatinya ia sangat merasa kagum dengan tarian Rhodopis. 


Si majikan yang menemukan bakat terpendam dari pelannya berpikir suatu saat akan menguntungkan baginya, lalu ia memutuskan bahwa orang yang sangat berbakat tidak boleh hidup tanpa alas kaki. 


Kemudian diberikanlah Rhodopis sandal khusus baginya. Sepasang sandal berbahan kulit dan disepuh dengan emas rose-red. 


Setiap mata pasti akan mengakui keindahan saat sandal itu melekat dengan kaki Rhodopis selaras dengan kulit putih dan rambutnya yang keemasan. Tetapi lain halnya dengan para pelayan wanita lain yang malah semakin membencinya.


Suatu hari Firaun sebutan raja Mesir mengadakan sebuah pesta dan mengundang orang-orang datang ke kerajaannya. Mendengar berita itu, para gadis pelayan ingin menghadiri pesta itu tak lain halnya dengan Rhodopis.


Sebagian pelayan mencoba mengenakan pakaian terbaiknya untuk menghadiri jamuan pesta raja, tahu Rhodopis juga ingin mengikuti pesta para pelayan melarangnya malah melimpahkan seluruh pekerjaan mereka pada hari itu kepada Rhodopis.


Rhodopis pun merasa sedih karena tidak bisa ikut bersenang-senang di pesta raja, ia menerima nasib hanya bisa mengerjakan pekerjaannya dan apa yang dilimpahkan kepadanya yaitu mencuci baju. Hitung-hitung sebagai penghibur diri, ia ingin bermain bersama teman hewannya di sungai


Takut kehilangan sandal yang diberikan majikannya Rhodopis pun melepasnya sebelum mencuci, akan tetapi ia terlena bermain air sampai tidak sadar jika salah satu sandal miliknya dibawa burung elang dan terbang menjauh entah kemana.


Sementara itu di istana, pesta berjalan dengan ramai banyak orang datang ada pula yang menari. Firaun pun memperhatikan pesta yang berlangsung sampai ia dikejutkan oleh sandal yang jatuh dihadapannya. 


Baca Juga : Fakta Sepatu Kaca Dalam Kesalahan Penulisan Naskah Cinderella


Awalnya ia marah, siapa yang berani melemparkan sandal kepadanya? Namun niat itu ia urungkan setelah melihat burung elang terbang di atasnya, ternyata sandal itu dijatuhkan olehnya. 


Firaun malah berpikir elang tersebut mungkin merupakan jelmaan dewa Horus yang ingin memberikan pertanda kepadanya, iya dan itu melalui sandal berwarna rose gold. Firaun kemudian memerintahkan prajuritnya untuk mencari pemilik pasangan sandal itu. 


Mulai dari tamu pesta, keluarga kerajaan, para bangsawan satu persatu rumah disisir demi menemukan pemilik pasangan sandal tersebut meskipun hari telah berganti tetapi hasilnya nihil. 


Akhirnya ia memutuskan untuk menyisir setiap gadis di negaranya untuk mencoba sandal tersebut termasuk para pelayan dan budak yang dimiliki oleh orang-orang kaya.


Sampai akhirnya pencarian tiba di dekat rumah pria tua tempat Rhodopis tinggal. Semuanya berkumpul demi perintah penting kerajaan untuk mencoba sandal itu termasuk para pelayan. Sementara Rhodopis malah bersembunyi di balik rerumputan.


Ketika pelayan-pelayan itu tahu apa yang sedang dicari raja, yaitu sandal Rhodopis mereka tutup mulut dan mencoba keberuntungannya meskipun dengan memaksa agar kaki mereka muat dengan sandal itu. 


Raja yang masih belum menemukan siapa gadis yang pas dengan sandal itu tiba-tiba melihat sekelebat bayangan orang yang bersembunyi di rerumputan, ternyata si gadis cantik Rhodopis. Merasa ada yang aneh saat orang-orang berkumpul memenuhi panggilannya, gadis ini malah bersembunyi.


Raja Mesir itu pun memintanya mencoba sandal itu, lalu Rhodopis mememasukkan kakinya yang kecil ke dalam sandal itu diikuti mengeluarkan pasangan sandal yang lain dari balik tuniknya


Raja yang akhirnya menemukan apa yang ia cari merasa sangat senang terlebih pemilik sandal itu adalah gadis yang cantik,  Firaun pun mengatakan bahwa Rhodopis akan menjadi ratunya


Tetapi pelayan-pelayan yang tidak menyukai Rhodopis tidak terima dan mengatakan bahwa Rhodopis hanyalah gadis budak bahkan bukan orang mesir. Namun, Firaun tidak peduli dan tetap menjadikan Rhodopis sebagai ratunya. Akhirnya Rhodopis dan Firaun hidup bahagia.


Nah... begitulah Kisah yang disebut-sebut merupakan kisah asli dari Dongeng Cinderella ditulis oleh strabo dan Raja mesir yang menikahi Rhodopis kemungkinan bernama Amasis

Baca Juga