Biografi Ibnu Haitham, Bapak Optik Dari Islam

 



Sejarah telah membuktikan banyaknya sarjana dan ilmuwan Islam yang memberikan pengaruh baik pada keilmuan di dunia yang tidak perlu diragukan lagi. Baik itu di bidang filsafat, kedokteran, sains, politik, kesusasteraan, agama, dan sebagainya.

Ibnu Al Haitham adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, mate­matika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia dikenal sangat ahli dalam bidang bidang ilmu optik khususnya penyelidikannya mengenai cahaya.

Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak sarjana dan ilmuwan yang sangat hebat dalam bidang falsafahsainspolitik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, dan sebagainya. Salah satu ciri yang dapat dilihat pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekadar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi dalam masa yang singkat dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara bersamaan.

Haitsam telah menjadi seo­rang yang mahir dalam bidang sains, falak, mate­matika, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya mengenai cara kerja mata manusia, telah menjadi salah satu Referensi yang penting dalam bidang kajian sains di Barat. Teorinya mengenai pengobatan mata masih digunakan hingga saat ini diberbagai Universitas di seluruh dunia.


Ibnu Haitham, orang pertama yang menemukan juga menulis data mengenai cahaya. Salah satu karyanya adalah kitab al-Manadhir. Kitab yang pertama kali menjelaskan teori optik.

Ia juga menyalin buku-buku mengenai matematika dan ilmu falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar. Kemudian hasil usahanya itu membuat beliau telah menjadi seo­rang yang amat mahir dalam bidang sains, falak, mate­matik, geometri, pengobatan, dan falsafah.

Dalam hal ini, Ibnu Haitham memberikan kontribusi penting bagi perkembangan dunia modern. Hal ini juga dikatakan oleh professor sejarah Glen M. Cooper dari Universitas Claremont McKenna di California seperti dilansir dari laman Elsevier pada Kamis (23/4).

Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitsam telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitsam juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama