Kenapa Kunang-Kunang Bisa Mengeluarkan Cahaya

Kunang-kunang
Exsdee.com | Kunang-kunang merupakan serangga kecil yang juga sering di panggil lentera terbang, biasanya hewan mungil ini dapat ditemukan di lingkungan yang masih alami dan sunyi seperti: sawah, hutan, atau pegunungan.

Akan tetapi... mengingat polusi yang mengancam lingkungan bersih keberadaan kunang-kunang jadi semakin sulit untuk dijumpai.

Hewan yang memiliki nama latin Photuris lucicrescens memiliki keunikan lain dari hewan atau pun serangga yang lain. Kunang-kunang seakan terlihat membawa cahaya lampu dalam perutnya yang bersinar.

Beberapa orang mungkin ada yang penasaran dan bertanya “Kenapa kunang-kunang dapat bercahaya?” atau mungkin “Cahaya apa yang terdapat dalam perut kunang-kunang?”   

Ternyata rahasia adalah terdapatnya zat kimia yang saling bereaksi di dalam badan kunang-kunang seperti oksigen, kalsium, magnesium dan zat yang bernama Luciferin.

Saat zat tersebut bertemu akan bereaksi sehingga menghasilkan cahaya yang disebut bioluminescent.

Nah apa itu Bioluminesensi? 

Bioluminesensi merupakan reaksi kimia di mana substansi Luciferin mengalami oksidasi ketika ada enzim Luciferase. Lalu hasil Foton yang terpancar akan menghasilkan energi ketika bahan kimia ber oksidasi.

Nah... kenapa cahaya kunang-kunang terlihat berkedip kedip?

Menurut penelitian tingkat kedip cahaya kunang-kunang ternyata dapat dikendalikan oleh sistem syaraf di dalam sel khusus yang disebut Photocyte dan memiliki tingkat berkedipnya.

Para ilmuan berasumsi bahwa irama kedipan dari cahaya kunang-kunang merupakan kode heliographic yang berguna untuk memikat pasangan lawan jenis atau bisa juga menjadi sarana untuk memetik mangsa.

Uniknya... cahaya kunang-kunang ternyata tidak menghasilkan panas!

Menurut Marc Branham, seorang asisten profesor dari departemen Entomologi dan Nematologi University of Florida, “Cahaya yang dihasilkan oleh kunang-kunang berbeda dengan cahaya yang dihasilkan oleh bohlam” artinya cahaya ini tidak mengandung panas, kenapa? Karena sebagian besar energi diubah menjadi cahaya, berbeda dengan bohlam, 90% energi diubah menjadi panas sedangkan 10%nya menjadi cahaya.

Perlu diingat pula serangga juga tidak memiliki paru-paru, maka dari itu timbul pertanyaan baru, ”bagaimana cahaya tersebut menyala jika tanpa oksigen yang dipompa oleh paru-paru?” 

Jawabannya karena kunang-kunang mengambil oksigen dari luar tubuhnya menggunakan tabung kecil yang bernama Tracheoles.

Di Indonesia spesies kunang-kunang biasanya memiliki cahaya berwarna kuning akan tetapi seandainya kalian melihat warna lain jangan kaget dan menganggap itu hewan lain, mungkin saja itu kunang-kunang dengan spesies lain karena warna cahaya kunang-kunang bukan hanya kuning saja ada pula yang berwarna hijau biru atau pun putih.



Sumber:
https://www.nationalgeographic.com/animals/article/fireflies-lights-mating-behavior
https://www.pili.or.id/index.php/kabar-konservasi/bagaimana-dan-kenapa-kunang-kunang-menyala
https://www.nytimes.com/2020/02/03/climate/fireflies-mating-light-pollution.html
https://phys.org/news/2019-07-fireflies-theyre.html

Tidak ada komentar untuk "Kenapa Kunang-Kunang Bisa Mengeluarkan Cahaya"