Exsdee.com - Burung hantu adalah burung karnivora yang aktif dimalam hari (nokturnal). Seluruhnya, memiliki lebih dari 200 spesies tersebar hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia yang sebagian besar di dominasi marga Tyto, Otus, dan Ninox. 

Burung hantu terkenal sebagai predator pada malam hari. Tak tanggung-tanggung satu burung hantu dapat memangsa 6.000 ekor tikur dalam satu tahun karena itu burung hantu kerap dijadikan pembasmi hama tikus disektor pertanian.

Selain menjadi simbol kebijaksanaan, burung hantu juga memiliki julukan pemburu senyap. Julukan ini diberikan bukan tanpa alasan, burung hantu memiliki keistimewaan yang berbeda dari burung lain yaitu teknik terbang tanpa memimbulkan suara. 


Perlu diketahui, Ketika sedang terbang gerakan dari sayap seekor burung akan menciptakan turbulensi di udara yang menghasilkan suara kepakan sayap. Namun, tidak seperti burung pada umumnya, burung hantu memiliki sebuah mekanisme luar biasa yang dapat mengurangi kebisingan selama mereka terbang. Sebenarnya, rahasia terbang senyap burung hantu terdapat pada struktur bulu sayap mereka. 

Sebuah eksperimen untuk mencari tahu mengapa burung hantu dapat terbang tanpa menghasilkan suara pernah dilakukan oleh BBC Earth.

Dari eksperimen tersebut diketahui Sayap burung hantu memiliki bulu dengan ujung yang lebih tajam (disebut gerigi) dibanding burung lain. Ujung bulu yang terletak di sepanjang bagian yang bersentuhan dengan udara inilah yang memecah turbulensi udara. Pada akhirnya kebisingan udara dari tuberlensi tidak terjadi saat burung hantu terbang.

Hal ini serupa dengan permukaan kasar kulit ikan hiu yang dapat meminimalisasi gesekan dengan air, turbulensi mikro meningkatkan daya lekat aliran udara pada permukaan sayap burung hantu.


Ketika sedang meluncur, gerigi dan rumbai ini sangat berkontribusi dalam menciptakan ketenangan pada saat burung hantu sedang berburu. Teknik senyap seperti itu sangat berpengaruh dalam berburu dimalam hari sebab mangsa yang aktif diwaktu malam cenderung lebih sensitif dengan rangsangan suara. Jadi, burung hantu memang predator yang paling cocok dijadikan pemburu hama dengan jumlah yang banyak.