Exsdee.com - Memandang langit malam dengan dihiasi ribuan gemerlap bintang bertebaran pasti menjadi pemandangan yang menarik untuk di nikmati, seakan lukisan tuhan terbentang di kanvas angkasa tak berujung. 

Bicara mengenai bintang, seringnya bintang dalam sebuah lukisan anak selalu digambarkan berwarna kuning dan memiliki lima segi. Padahal kalau kita amati bintang dari bumi warnanya selalu terlihat putih dan kelap-kelip. 

Nah... Tahukah kamu kenapa bintang terlihat kelap-kelip? 

Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri dari hasil reaksi fusi dan dikutip dari Starchild NASA, sebagian besar bintang bersinar dengan cahaya yang stabil.

Bintang terlihat gemerlap pada malam hari disebabkan karena cahaya bintang masuk ke bumi harus  melalui atmosfer yang bergoyang-goyang. 

Dalam atmosfer bumi ada lapisan tebal dan tipis yang sifatnya seperti air yaitu dapat membelokkan cahaya dan selalu bergerak tidak teratur. Sehingga, ketika cahaya bintang masuk melewati atmosfer akan tampak seperti bergoyang goyang. Inilah yang membuat bintang seolah kelap-kelip. 

Kejadian ini sama seperti ketika kita sedang melihat benda di dalam air.

Coba perhatikan ikan di sungai, ikan tersebut akan tampak bergoyang karena adanya gerakan dari air. begitu juga sebaliknya, jika kamu yang sedang menyelam melihat orang di permukaan akan terlihat sama (bergoyang). begitulah yang dialami cahaya bintang melalui atmosfer, akan terlihat seolah kelap kelip.

Jika kita mempelajari fisika disitu menjelaskan, sebuah cahaya akan dibelokkan jika melewati 2 medium yang berbeda dan akan menyebabkan pembiasan pada mata. 

Nah dari asal cahaya hingga sampai mata kita, cahaya bintang melewati beberapa medium udara yang selalu bergerak dengan cepat sehingga atmosfer bumi mengalami pergolakan, istilah tersebut dalam sains dinamakan Turbulensi yaitu perubahan kecepatan aliran udara yang sering terjadi dalam skala kecil, dengan jangka waktu yang pendek dan acak.

Lalu kenapa bulan tidak kelap-kelip?

Bulan, planet atau sejenisnya tidak kelap-kelip karena jaraknya lebih dekat dengan bumi jadi titik cahayanya lebih besar dibanding yang lain. Ukuran ini tidak memberikan pengaruh nyata turbulensi atmosfer terhadap berkas cahaya bulan atau planet.

Cahaya planet dapat berkedip jika kondisi atmosfer bumi turbulensinya sangat kuat, atau ketika planet sedang berada dekat dengan horizon, maka planet akan terlihat berkedip. Karena ketika planet berada dekat dengan horizon (sesaat sebelum tenggelam atau setelah terbit) berkas cahayanya harus melalui atmosfer bumi yang lebih tebal.

Baca Juga