Ingin Tahu Kenapa Langit Berwarna Biru?


Exsdee.com - Pernahkah kalian berpikir kenapa langit berwarna biru? dan seiring berjalannya waktu perlahan berubah menjadi jingga? Apakah karena pantulan dari air Samudra? Atau karena angkasa berwarna biru? Tentu saja semua itu salah. Sebab air itu transparan sedangkan angkasa dipenuhi oleh materi gelap, jadi bukan itu jawaban yang tepat.

Lalu apa yang menyebabkan langit berwarna biru?

Ada tiga faktor utama yang dapat menjawab kenapa langit berwarna biru: pertama sifat cahaya matahari, kedua penghamburan oleh partikel di Atmosfer, dan ketiga faktor penglihatan manusia.

Pertama anda perlu memahami tentang cahaya matahari. Meskipun matahari tampak berwarna kuning tapi sebenarnya cahaya matahari berwarna putih, warna putih itu tersusun dari berbagai macam warna yang biasa dikenal dengan Mejikuhibiniu. Spektrum cahaya matahari memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. 

Selanjutnya penghamburan di Atmosfer. Sebenarnya matahari tidak hanya memancarkan cahaya tampak saja, ada pula x-ray, sinar ultraviolet, dan gelombang radio (radio waves). Namun Atmosfer bumi menghalau semua paparan gelombang tersebut kecuali cahaya tampak. 

Nah.. meskipun cahaya tampak dapat memasuki Atmosfer bumi namun tidak semudah itu. Masih ingat kan, bahwa Atmosfer bumi tersusun dari  nitrogen, oksigen, karbon dioksida, argon, ozon dan gas lainnya? Tabrakan antara cahaya tampak dengan partikel penyusun Atmosfer ini mengakibatkan penghamburan cahaya.

Penghamburan cahaya merupakan proses dimana partikel gas menyerap cahaya tampak dan dipancarkan kembali ke segala arah. Secara teori semakin rendah panjang gelombang yang dipancarkan oleh cahaya tampak, maka semakin banyak pula yang dihamburkan. 

Nah paling rendah. panjang gelombang tinggi adalah cahaya merah panjang gelombang terendah adalah cahaya biru, nila dan ungu. Karena lebih banyak warna Panjang gelombang rendah yang dipancarkan jadi langit memiliki warna biru. 

Eh tunggu dulu… bukannya ada nila dan ungu yang urutan gelombangnya lebih rendah? 

Yap benar sekali, warna nila dan ungu harusnya memiliki Panjang gelombang lebih rendah dari pada biru, tapi kuantitasnya kalah jumlah. Inilah alasannya kita melihat langit dengan warna biru bukan ungu atau nila.

Selain itu mata manusia lebih sensitif terhadap warna biru. Reseptor warna atau sering juga disebut sel kerucut adalah sel penerima sinar di dalam retina mata yang bertanggung jawab terhadap penglihatan warna. Sel ini lebih sensitif terhadap warna biru dari pada nila maupun ungu. 

Bagaimana dengan langit sore? Kenapa warnanya berubah menjadi merah? 

Ketika sore hari matahari bergulir mendekati horizon. Pada posisi tersebut cahaya matahari perlu menembus Atmosfer bumi yang lebih tebal, panjang gelombang tinggi dapat dengan mudah melewati ketebalan partikel di Atmosfer tersebut namun tidak bagi Panjang gelombang yang rendah seperti biru. fenomena langit kemerahan juga bisa terjadi saat cahaya matahari harus melewati partikel debu kebakaran yang tebal.

Apakah semua planet langitnya berwarna biru? Tentu saja tidak!

Sesuai yang dijelaskan di atas, salah satu faktor yang berperan memberikan warna di langit biru merupakan Atmosfer. Sedangkan setiap planet memiliki ketebalan Atmosfer yang berbeda-beda, contohnya bumi dengan langit biru dan Mars dengan langit jingga. 

Berdasarkan foto dataran planet Mars yang diambil oleh NASA, langit di Mars terlihat berwarna jingga pada siang hari. Perbedaan warna ini disebabkan perbedaan jenis dan jumlah partikel yang ada di Atmosfer planet tersebut. Mars memiliki Atmosfer yang lebih tipis dari bumi dan dipenuhi karbon dioksida.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama